May 2013
18 posts
Kalau Cinta Itu...
Kalau cinta itu buta mungkin kita bisa belajar dari pengemis buta di ujung jalan itu agar lebih dapat mencintai. Kalau cinta itu bodoh mungkin kita bisa belajar dari keledai yang sedang kawin agar lebih dapat mencintai. Kalau cinta itu pengorbanan mungkin kita bisa membawa pulang onggokan tanah di makam seorang pahlawan dan memakan tanah itu mentah-mentah. Kalau cinta itu rindu mungkin kita bisa...
May 15th
13 notes
Atas Nama Hati, Maafkan Aku
Aku: Rindu ini untuk siapa?
Kepala: Itu bukan bagianku untuk menjawab.
Aku: Baiklah. Lalu, cinta ini untuk siapa?
Kepala: Itu juga bukan bagianku untuk menjawab.
Aku: Ah. Mengapa?
Kepala: Karena urusanku adalah urusan pemikiran. Urusan logika. Sementara urusan perasaan adalah urusan hati. Tanyalah pada si bodoh itu.
Aku: Bodoh?
Kepala: Benar. Dia memang bodoh, bukan? Selain bodoh, dia juga seorang pembangkang.
Aku: Bagaimana bisa?
Kepala: Begini. Berapa kali dia sudah kunasehati agar berhenti bekerja ketika kau dilukai, tapi dia terus saja melakukannya? Berapa kali?
Aku: Berkali-kali! Tapi bukankah itu tugasnya?
Kepala: Ah, sama saja kau dengan dia. Susah diberitahu yang benar!
Aku: Aku tahu. Tapi aku tak berdaya. Lalu, mengapa kau sebut dia bodoh?
Kepala: Karena dia mempermalukan dirinya sendiri. Bukan hanya itu, dia juga membuatmu dan membuatku terlihat sama bodohnya dengan dia.
Aku: Atas nama hati, maafkan aku.
Kepala: Buat apa kau meminta maaf atas namanya? Lagipula, ini bukan salahmu!
Aku: Jadi aku harus bagaimana?
Kepala: Berhenti menjadi pencinta yang bodoh.
Aku: Tapi kata orang, kalau tidak bodoh itu bukan cinta?
Kepala: Itu kan cintanya orang-orang bodoh...
Aku: Atau kau yang terlalu pandai untuk kami berdua - aku dan hati?
Kepala: Aku bukannya pandai, tapi aku mencintai kalian. Aku ada di saat kalian butuh juru selamat.
Aku: Bagaimana jika kami sendiri yang tidak ingin diselamatkan?
Kepala: Nah! Apa kataku tadi? Kalian berdua memang bodoh!
Aku: Kami tidak bodoh! Kami hanya tidak ingin diselamatkan!
Kepala: Kalau begitu, jangan hiraukan aku lagi. Berhenti bertanya dan berbicara denganku.
Aku: Kau marah?
Kepala: Tidak, aku bukannya marah. Aku putus asa.
Aku: Jadi, apakah aku harus membunuh hati?
Kepala: JANGAN! Karena tanpanya, kau tak memerlukanku...
Aku: Hubungan yang sulit...
Kepala: Aku tahu, aku tahu.
Aku: Bagaimanapun, terima kasih, kepala. Karena kau tidak pernah bosan untuk menegur kami.
Kepala: Terima kasih, aku. Karena ada kalanya kau masih ingin mendengarkanku.
Aku: Kita teman kan?
Kepala: Bukan. Kita sahabat. Dan aku sahabatmu yang paling jujur.
Aku: Ah.
Kepala: Aku ada bahkan ketika kau merasa terganggu dengan kehadiranku.
Aku: Ah.
Kepala: Maafkan aku.
Aku: Tak ada yang perlu dimaafkan.
Kepala: Ada.
Aku: Apa?
Kepala: Kerasionalitasanku.
Aku: Itu hal yang buruk?
Kepala: Menurutmu sendiri bagaimana?
May 15th
39 notes
Tergelitik Kritik
Saya tergelitik dengan apa yang terjadi semalam di Twitter. Tentang film seorang penulis muda terkenal yang mendapat “kritik” tajam dari seseorang yang menonton film yang telah menjaring ratusan ribu penonton, padahal belum seminggu ditayangkan. Kata orang, jika kita ingin maju, kita harus mau dikritik. Saya sangat setuju dengan hal itu, meskipun terus terang saya sendiri bukanlah...
May 14th
3 notes
Bermain Layang-Layang
Perasaan jatuh cinta itu seperti menerbangkan sebuah layang-layang. Bisa saja, itu bukan layang-layang tercantik di angkasa biru, atau bukan juga layang-layang yang termahal. Tapi layang-layang itu mampu menerbangkan hati kita ke langit tertinggi, dan membuat perasaan kita berlari-lari senang. Cinta tidak melulu jatuh pada orang yang paling cantik atau paling kaya, tapi selalu mempunyai...
May 13th
19 notes
May 10th
3 notes
“Jangan pernah bersumpah demi bulan, karena ia selalu berubah. Nanti cintamu pun...”
– Shakespeare
May 7th
3 notes
a review of Rembulan Tenggelam Di Wajahmu →
Saya suka cerita komedi yang lebay. Menurut saya, komedi memang harus lebay. Tapi drama yang lebay, terlalu dramatis dan idealis jadi seperti teh manis yang 3/4 gelasnya terisi gula.
May 6th
3 notes
May 5th
2 notes
“Tak usah pertanyakan pergi ketika waktunya tiba. Pertanyakan keberadaanmu...”
– Tentang kehilangan.
May 5th
14 notes
Kecintaanku
Kecintaanku ialah cinta - zat yang memberi dan mengambil. Kekuatan yang menghidupi dan membunuh. Satu dia. Cinta.
May 5th
1 note
Butiran Debu
Rasanya ingin memaki debu jalanan yang kemarin mengotori kedua bola mataku. Tapi kemudian aku sadar: yang salah bukan butiran debu itu, tapi kendaraan kotor yang lewat. Mataku sekarang bengkak. Rasanya sangat berpasir. Sangat menganggu. Wajar kan jika aku kesal? Kadang memang lebih mudah menyalahkan yang kecil, ketimbang yang besar. Padahal sesuatu yang kecil itu berasal dari yang besar, dan...
May 5th
1 note
a review of Istoria da Paz: Perempuan dalam... →
“Jalan hidup manusia itu seperti garis, walaupun tidak lurus. Suatu saat mungkin terjadi persilangan, perpotongan, atau persentuhan antara garis jalan hidup masing-masing manusia. Ketika orang-orang itu bertemu, artinya garis hidup mereka sedang bersilangan, berpotongan, atau bersentuhan. Lalu, ada saatnya mereka harus meneruskan perjalanan lagi di garis hidup mereka.” - Istoria da...
May 3rd
7 notes
Oh, Astaga!
Saya bekerja sebagai penulis artikel di sebuah portal berita online. Selain saya, ada 3 orang lainnya yang juga menulis di portal berita tersebut. Salah satunya adalah orang yang merekrut saya, yang kemudian saya ketahui sebagai editor. Sejak minggu pertama menulis untuk media tersebut, saya sudah pernah bertanya ketika nama saya diganti dengan nama sang editor di beberapa artikel. Sang editor...
May 2nd
3 notes
Banyak hal yang tidak saya mengerti dalam hidup ini. Sebagian penyebabnya memang karena saya manusia yang mempunyai keterbatasan. Saya tidak mengerti banyak hal tentang ilmu pengetahuan, saya tidak mengerti banyak hal tentang paham ketuhanan. Itu hal-hal yang tidak umum dan wajar jika saya tidak dapat mengerti. Tapi ada juga hal-hal lainnya yang seharusnya saya mengerti, tapi nyatanya tidak....
May 2nd
8 notes
a review of Yakuza Moon: Memoar seorang Putri... →
Kalau kau merasa hidupmu penuh dengan kesedihan, kau harus membaca buku ini, untuk sekedar tahu bahwa apapun penderitaanmu, itu bukan apa-apa. Ada yang mengira kalau kehilangan orangtua ketika masih kecil itu hal yang pantas untuk diratapi. Padahal jauh lebih menyedihkan mempunyai kedua orangtua lengkap, tapi keduanya tidak berfungsi dan hidupmu tidak lebih baik dari anak-anak liar yang tidak...
May 2nd
2 notes
Badut Cinta
Mungkin cinta sejati itu adalah cinta pada pandangan pertama. Cinta yang datang begitu saja, tanpa tahu siapa dia, berapa jumlah uangnya di bank, anak siapa dia, seberapa tinggi jabatannya, seberapa hebat dia di ranjang, bahkan apa statusnya. Karenanya, banyak yang menyebut cinta itu buta. Tapi tunggu. Bukankah cinta pada pandangan pertama bisa jadi terjadi karena orang itu indah dipandang...
May 2nd
3 notes
Langit Jakarta Malam Ini
Malam ini langit tak berbintang. Hujan turun seharian. Ah, tapi bukankah sama dengan malam-malam yang lalu? Di langit Jakarta, bintang sudah lama tak pernah menghiasi langit. Bukan salah bintang. Langit Jakarta yang kotor. Saya tak merasa kehilangan dengan menghilangnya gemintang di langit Jakarta. Toh meskipun indah, tak dapat saya miliki. Hanya dapat saya pandangi. Dan itu pun sudah lama,...
May 1st
4 notes
a review of Sepotong Hati Yang Baru →
Saya lumayan sering membeli buku, meskipun saya akui, saya lebih suka menonton film ketimbang membaca buku. Betapa banyak buku-buku di rumah saya yang masih rapi terbungkus plastik, karena belum saya baca. Dua hari yang lalu, saya kembali ke toko buku dan tergoda untuk membeli dua buku. Lagi. Salah satunya adalah buku ini, yang ditulis oleh Tere Liye. Satu buku lainnya saya beli dengan alasan...
May 1st
3 notes
April 2013
33 posts
“Fondasi terbesar perasaan cinta selain komitmen adalah kepercayaan. Tanpa...”
– Tere Liye
Apr 30th
10 notes
Ketika mendengar semua cerita tidak masuk akal itu, aku baru menyadari: Cinta bukan sekedar soal memaafkan, cinta bukan sekedar soal menerima apa adanya. Cinta adalah harga diri. Cinta adalah rasionalitas sempurna. Jika kau mengalami bahwa cinta adalah perasaan irasional, sesuatu yang tidak masuk akal, tidak butuh penjelasan, maka cepat atau lambat luka itu akan kembali menganga. Kau dengan mudah...
Apr 30th
10 notes
Karena Semua Ada Batasnya
Tidak semua orang dibantu terutama mereka yang menutup pintu rezekinya sendiri. Tidak semua orang harus dikasihani terutama mereka yang terlalu ingin dikasihani. Tidak semua orang harus dimengerti terutama mereka yang tidak mau mengerti orang lain. Tidak semua orang harus diberi kesempatan terutama mereka yang merasa bahwa kesempatan itu murah harganya. Kau bukanlah orang jahat kalau kau menutup...
Apr 30th
5 notes
Syarat Mati
Jangan tertipu dengan usia MUDA, karena syarat mati TIDAK harus TUA. Jangan terpedaya dengan tubuh yang SEHAT, karena syarat mati TIDAK mesti SAKIT. Jangan terperdaya dengan harta kekayaaan, sebab si kayapun TIDAK pernah menyiapkan kain kafan buat dirinya meski hanya selembar. (via Cut Etty, diambil dari blog milik Indira Abidin)
Apr 30th
10 notes
“I know I have those needed qualities to be loved. So I’d rather be loved...”
– :))
Apr 29th
15 notes
“Jangan pernah bersedih meski tidak punya apa-apa. Jangan berkecil hati walau...”
– Tere Liye
Apr 28th
22 notes
“Membiarkan pergi dengan ikhlas adalah keputusan terbaik atas nama kehormatan...”
– Tere Liye
Apr 28th
29 notes
“Jangan terlalu lama bersedih. Jangan terlalu berlebih bersenang. Nanti...”
– Tere Liye
Apr 28th
14 notes
Aku Pernah
Aku pernah mengirimkan pesan kepada dia yang hanya pandai membaca yang tersurat, dan bukan yang tersirat. Aku pernah nyaris menjatuhkan hati kepada dia yang tidak sigap untuk menangkap hatiku, atau mungkin dia memang tak ingin. Aku pernah berusaha membuka kunci di hatinya yang ternyata tak berkunci. Terlalu banyak duplikat. Aku pun keluar. Terlalu penuh sesak. Aku pernah. Dan mungkin akan terjadi...
Apr 28th
20 notes
Karena Hati Lebih Penting Dari Jerohan Lainnya
Minggu lalu saya bertemu dengan seorang teman lama. Senang rasanya! Kami terakhir kali bertemu sebelum dia putus dengan sahabat saya, dan sahabat saya sudah dua kali ganti pacar setelahnya. Hehe. Selain melepas rindu dengan saling meng-update cerita-cerita selama kami “berjauhan”, tentu saja selipan curhat di sana-sini tak terhindarkan. Dan saya sangat senang berbincang dengan...
Apr 27th
6 notes
“Tidak ada sedikit pun maksud baik yang terlontar dari mulut orang yang merasa...”
– Slowly, you’re being just like those people you used not to like, dear…
Apr 24th
7 notes
Entah Apalah
Aku gelisah dan malam menangkap setiap titik setiap koma setiap huruf setiap jeda dengan baik melalui lingkaran hitam di kedua mataku. Bulat-bulat. Hitam-hitam. Mirip sepasang anak Afrika yang pendek dan busung. Lapar. Ya. Lapar. Bukan ingin makan, tapi ingin segera dikeluarkan dari kepala menjadi tulisan. Mata yang berbingkai seperti John Lennon tapi berkulit kuning tapi tak ber-Yoko tapi tak...
Apr 24th
1 note
“Barang yang hilang semakin dicari, semakin sulit ditemukan. Saat diikhlaskan,...”
– Tere Liye
Apr 22nd
37 notes
Tolong, Saya Masih Juga Gagal Paham...
Teman: Gue mau nikah tahun 2016.
Saya: Hah? Sama siapa?
Teman: Sama cewek yang waktu itu gue ceritain ke elo.
Saya: Yang lo kenal di Facebook itu?
Teman: Iya.
Saya: Lo akhirnya jadian sama dia?
Teman: Iya.
Saya: Memang lo udah ketemuan sama dia?
Teman: Belum sih, tapi kita telfonan hampir setiap hari.
Saya: Oh gitu...
Teman: Dia beda sama isteri gue yang dulu. Dia ini tipe yang mau ngabdi banget sama suami.
Saya: Hmmm... Tapi kan lo belum pernah ketemu dia, dan belum pernah pacaran secara "live"?
Teman: Gue sih percaya dia pasti begitu.
Saya: Oh, really? Ya mudah-mudahan aja bener ya.
Teman: Dia tuh merhatiin gue banget. Bini gue yang dulu kan cuek banget.
Saya: I see. Ya, namanya orang lagi jatuh cinta kan memang begitu, bukan? Perhatian banget. Tapi lama-lama nggak. Dulu waktu masih pacaran sama bini lo juga dia orangnya perhatian kan?
Teman: Dia ini beda banget, Con. Dia tipe yang mau masak buat suami, nyiapin sarapan suami. Bedalah pokoknya.
Saya: Iya, tapi kan sekali lagi lo ketemu sama dia aja belum pernah? Lagian bedalah. Bini lo dulu anak orang kaya, yang ini kan pekerja keras memang.
Teman: Jangan salah. Dia juga dulunya anak orang kaya. Terus dulu nikah juga sama orang kaya, tapi suaminya suka mukulin.
Saya: Wah. Tapi lo yakin mau nikah sama dia?
Teman: Nggak tau juga sih, tapi dia baik banget sama gue. Dia juga nggak pernah ngambeg lama-lama kayak yang dulu.
Saya: I see. Terus rencana lo apa? Surat cerai lo memang udah keluar?
Teman: Ini masih gue urus.
Saya: Oh gitu. Ya semoga aja ya.
There's nothing I can do but hoping that he's not another king of wishful thinking... *crossing fingers and toes*
Apr 21st
1 note
(Semacam) Orang Ketiga
“Gue mau diet/dandan/belajar motret/aktivitas lain biar pasangan seneng. Terus kalo pisah? Aktivitas itu apa kabar?” - @sepatumerah Saya tergelitik untuk menulis sesuatu di blog ini setelah membaca tweet Okke beberapa menit yang lalu. Bukan, ini bukan karena Okke mengutip tweet saya beberapa hari yang lalu. Tapi tweet tadi benar-benar menggoda telah saya untuk menuliskan ini....
Apr 21st
15 notes
“Tuhan tidak mengabulkan semua keinginan kita karena Tuhan tahu apa yang terbaik...”
– Hasil obrolan semalam dengan @vanatigh di depan warung nasi Padang.
Apr 15th
24 notes
“Ada orang yang sangat bangga kalau mampu membeli barang bermerek dan dengan...”
– Juga mual.
Apr 14th
10 notes
“Aku tak suka pertemanan yang penuh kata-kata sindiran, tapi terkadang sindiran...”
– Ini mungkin juga sebuah sindiran. Mungkin.
Apr 13th
13 notes
Tentang Selanjutnya
Huruf. Tanda baca. Spasi. Paragraf. Angka. Kelimanya berlomba-lomba masuk ke dalam kepalaku. Tidak, mereka tidak menyakiti, tapi mereka semua berteriak minta aku dengarkan. Kelimanya membuat aku terjaga padahal mata sudah sangat berat dan tubuh sudah sangat lelah. “Masih ada esok. Sabar ya.” Itu kataku. Mereka menutup telinga. Ada yang membangunkan apa yang seharusnya tidur, dan ada...
Apr 13th
2 notes
Menanti Sang Bangau
Sabtu sore kemarin untuk pertama kalinya saya menghadiri “Festival Jajanan Bango” di Parkir Barat Gelora Senayan. Ini bukan pertama kalinya acara akbar yang digelar oleh perusahaan kecap yang katanya sekarang usianya hanya beberapa tahun lebih muda dari usia ayah saya itu berlangsung, tapi baru pertama kali saya menghadirinya. Sebenarnya saya bukan penyuka keramaian dan hingar...
Apr 13th
8 notes
Ini Malam Minggu...
… dan saya masih juga belum punya teman kencan. Kata orang, semakin seseorang bertambah usia, semakin banyak maunya. Itu benar. Itu terjadi pada saya. Ketika hal ini diterapkan dalam sebuah hubungan, lagi-lagi hal ini benar. Semakin bertambah usia seseorang, semakin kecil dan tipis lubang dalam filternya dalam memilih pasangan hidup. Jangan salah sangka. Hal ini tidak selalu terjadi...
Apr 12th
16 notes
Apr 8th
18,828 notes
It's in Her Hair!
Margareth Thatcher passed away this evening, and I just wrote about her this morning on my ongoing project. Weird. I am not a fan, and I don’t feel the loss. She’s not my idol, and all the thing that I admire from her is her firm hairstyle. I don’t know the brand of her hairspray, and I am not interested to know. I watched the movie about her, and I fell asleep. Boring. Meryl...
Apr 8th
“Cinta itu jiwa, bukan fisik.”
– Poppy Dharsono
Apr 7th
16 notes
Menanti Penghujung Mei
Ingin sekali rasanya cepat-cepat menuju ke akhir Mei, tapi mau tidak mau harus melewati dulu bulan April ini hingga selesai, lalu awal Mei, lalu pertengahan Mei. Dan bisa jadi akhir Mei tertunda hingga awal Juni, tapi setidaknya ada sesuatu yang besar dan menyenangkan menunggu di sana. Hidup itu indah, ketika kita masih mempunyai sesuatu, seseorang yang kita nantikan dan PASTI datang. Hidup...
Apr 7th
6 notes
“Dulu saya lumayan merasa terganggu setiap almarhumah Ibu saya menelepon saya...”
– Alvin Adam - ketika saya bercerita betapa saya terkadang kelelahan mengurus ayah saya. Dan katanya lagi, “Kamu itu beruntung banget. Nggak semua orang dikasih kesempatan sama Tuhan buat ngurus orangtuanya.” Mata saya pun lalu berkaca-kaca…
Apr 6th
15 notes
Berguru Pada Kucing Liar
Salah satu binatang yang sering membuat saya bergidik adalah kucing. Ada trauma di masa kecil dengan binatang ini yang menyebabkan kematian anjing kesayangan saya. Ketika saya tinggal di Singapura, saya juga punya pengalaman yang tidak menyenangkan dengan binatang kesayangan ibu kost saya di sana. Pokoknya, kucing adalah binatang yang paling saya jauhi. Terkena ekornya saja saya bisa...
Apr 6th
6 notes
“Seringkali yang kita genggam paling erat justru yang paling melelahkan. Dan...”
– Karena Dia tahu apa yang terbaik.
Apr 6th
40 notes
1 tag
Apr 5th
5 notes
1 tag
Apr 2nd
1 note
Ayah saya terjatuh dua kali hari Minggu kemarin, dan “kebetulan” @agilseto, teman saya, pada hari yang sama bermalam di rumah saya. Agil membantu memapah dan menggendong Ayah saya yang kepalanya menghadap lantai naik ke tempat tidur. Air kencingnya sudah mengalir di lantai, entah sejak pukul berapa. Meskipun biasanya saya yang harus menggendong Ayah, tapi saya tidak akan mungkin kuat...
Apr 1st
2 notes
Puisi Mengantuk
Udara panas, mata mengantuk. Udara dingin, tambah mengantuk. Perut lapar, lebih baik tidur. Perut kenyang, sebaiknya tidur.
Apr 1st
2 notes