
Minggu lalu saya bertemu dengan seorang teman lama. Senang rasanya! Kami terakhir kali bertemu sebelum dia putus dengan sahabat saya, dan sahabat saya sudah dua kali ganti pacar setelahnya. Hehe.
Selain melepas rindu dengan saling meng-update cerita-cerita selama kami “berjauhan”, tentu saja selipan curhat di sana-sini tak terhindarkan. Dan saya sangat senang berbincang dengan teman saya ini, karena saya mendapat banyak masukan dari dia.
Salah satunya adalah, ketika dia mengatakan bahwa:
“Jaman sekarang lebih susah nyari orang yang hatinya udah settled dibanding sama yang keuangan atau kerjaannya udah settled.”
Benar juga ya. Banyak orang yang memilih pasangan yang sudah mempunyai pekerjaan tetap dengan penghasilan yang lebih dari cukup, tapi itu bukan jaminan bahwa hidupnya lalu menjadi bahagia dan hubungan mereka akan berakhir happily ever after. Kebanyakan orang yang sudah mapan, terutama di usia muda, menjadi sombong dan merasa dirinya bisa mendapatkan siapa saja yang dia mau. Orang yang seperti ini, karirnya memang sudah mantap, tapi mentalnya sama sekali belum. Atau mungkin tidak akan pernah, sampai dia jatuh kelelahan dengan seleranya yang terlalu tinggi.
Sebagai seorang pencinta kuliner, lalu saya jadi berpikir tentang warung nasi di bawah hunian yang saya tinggali sekarang.
Warung itu boleh dibilang baru, tapi sudah ramai pengunjung. Mengapa? Karena masakannya beragam, harganya murah, dan pelayanannya baik. Mereka semua melayani dengan hati. Sementara ada sebuah restoran terkenal di beberapa mall yang tentunya secara keuangan sudah lebih kuat dibanding dengan restoran di bawah tadi, tapi selalu menerima kritik di sosial media meskipun rasa masakannya lumayan dan harganya pun masuk akal. Mengapa? Tidak lain karena pelayannya kebanyakan tidak ramah ketika melayani pelanggan.
Kualitas itu penting. Harga itu penting. Tapi yang terpenting adalah hati.
Dan saya, si empunya hati yang siap mencintai, mau memberikan hati saya kepada hati yang lain yang sudah siap dan mantap untuk mencintai saya - meskipun pemiliknya mungkin bukanlah orang yang sudah mampu membeli pulau dan pesawat pribadi.