I am not even poetic, but I am for real. Anything else you want to know about.me?

Kumpulan Catatan Rasa followers

Kumpulan Catatan Rasa

- @Dear_Connie

Badut Cinta

Mungkin cinta sejati itu adalah cinta pada pandangan pertama. Cinta yang datang begitu saja, tanpa tahu siapa dia, berapa jumlah uangnya di bank, anak siapa dia, seberapa tinggi jabatannya, seberapa hebat dia di ranjang, bahkan apa statusnya. Karenanya, banyak yang menyebut cinta itu buta.

Tapi tunggu.

Bukankah cinta pada pandangan pertama bisa jadi terjadi karena orang itu indah dipandang mata? Lalu sejatikah cinta yang semacam itu? Pemikiran ini lalu menghapus anggapan bahwa cinta itu buta.

Tidak. Cinta tidak pernah buta.

Lalu apakah cinta sejati itu?

Bisa jadi cinta yang diberikan kepada seseorang yang sebenarnya tidak layak untuk dicintai, karena buruk rupa, miskin, tidak punya masa depan, dan hal-hal buruk lainnya. Biasanya, orang yang jatuh cinta dan mencintai orang semacam ini sering disebut pahlawan cinta.

Ah, pahlawan.

Saya rasa, memang wajah yang tidak terlalu indah dipandang mata atau  jumlah uang di bank seharusnya tidak ada hubungannya dengan cinta. Dan sehina-hinanya manusia, bukanlah orang yang bukanlah orang yang buruk rupa dan miskin harta - tapi mereka yang tidak bahagia atas kesalahan dan pilihan hidupnya sendiri. Mereka yang suka iri, mereka yang tidak tahu bersyukur, mereka yang selalu ingin lebih, mereka yang merasa lebih sempurna dari orang lain. Memuakkan. Dan kalau ada orang yang jatuh cinta dengan orang semacam ini, dia bukanlah pahlawan cinta. Dia badut cinta.

Ya. Badut. Karena dunia layak menertawainya.

Langit Jakarta Malam Ini

Malam ini langit tak berbintang. Hujan turun seharian. Ah, tapi bukankah sama dengan malam-malam yang lalu? Di langit Jakarta, bintang sudah lama tak pernah menghiasi langit. Bukan salah bintang. Langit Jakarta yang kotor.

Saya tak merasa kehilangan dengan menghilangnya gemintang di langit Jakarta. Toh meskipun indah, tak dapat saya miliki. Hanya dapat saya pandangi. Dan itu pun sudah lama, lama sekali. Bahkan saya sudah tidak lagi ingat, seperti apa indahnya sebuah bintang.

Begitulah. Saya bukan orang yang mudah senang. Saya tidak senang hanya dengan melihat. Untuk senang, saya harus memiliki. Bahkan rasa sedih pun menjadi indah ketika saya miliki. Tanda bahwa saya masih manusia, karena orang mati tak lagi dapat mengenal rasa - kecuali ketika ia dilahirkan lagi, di suatu tempat, di masa yang lain.

Untuk bahagia, saya perlu punya - bukan sekedar melihat.

Check it out » a review of Sepotong Hati Yang Baru

Fondasi terbesar perasaan cinta selain komitmen adalah kepercayaan. Tanpa kepercayaan yang utuh, cinta hanyalah malam tanpa lampu, tersuruk tanpa arah. Seperti kapal tanpa kompas, tersesat semakin dalam di lautan perasaan. - Tere Liye

Ketika mendengar semua cerita tidak masuk akal itu, aku baru menyadari: Cinta bukan sekedar soal memaafkan, cinta bukan sekedar soal menerima apa adanya. Cinta adalah harga diri. Cinta adalah rasionalitas sempurna.

Jika kau mengalami bahwa cinta adalah perasaan irasional, sesuatu yang tidak masuk akal, tidak butuh penjelasan, maka cepat atau lambat luka itu akan kembali menganga. Kau dengan mudah akan membenarkan apa pun yang terjadi di hati, tanpa tahu, tanpa memberikan kesempatan berpikir bahwa itu boleh jadi karena kau tidak mampu mengendalikan perasaan tersebut. Tidak lebih, tidak kurang.

- Tere Liye, Hati yang Baru

Karena Semua Ada Batasnya

Tidak semua orang dibantu
terutama mereka
yang menutup pintu rezekinya sendiri.

Tidak semua orang harus dikasihani
terutama mereka
yang terlalu ingin dikasihani.

Tidak semua orang harus dimengerti
terutama mereka
yang tidak mau mengerti orang lain.

Tidak semua orang harus diberi kesempatan
terutama mereka
yang merasa bahwa kesempatan itu murah harganya.

Kau bukanlah orang jahat
kalau kau menutup mata dan telingamu
serta melipat erat tangan dan kakimu
juga membatukan hatimu
untuk orang-orang seperti itu.

Syarat Mati

Jangan tertipu dengan usia MUDA,
karena syarat mati TIDAK harus TUA.

Jangan terpedaya dengan tubuh yang SEHAT,
karena syarat mati TIDAK mesti SAKIT.

Jangan terperdaya dengan harta kekayaaan,
sebab si kayapun TIDAK pernah menyiapkan kain kafan buat dirinya
meski hanya selembar.

(via Cut Etty, diambil dari blog milik Indira Abidin)

I know I have those needed qualities to be loved. So I’d rather be loved by someone who is smart enough to realize that I am worthy to be loved, and not by stupid someone who loves me blindly and desperately. - :))
Jangan pernah bersedih meski tidak punya apa-apa. Jangan berkecil hati walau tidak rupawan. Kemuliaan hidup itu tidak akan pernah tertukar. - Tere Liye
Membiarkan pergi dengan ikhlas adalah keputusan terbaik atas nama kehormatan perasaan. - Tere Liye
Jangan terlalu lama bersedih. Jangan terlalu berlebih bersenang. Nanti tertinggal kereta waktu. - Tere Liye

Aku Pernah

Aku pernah mengirimkan pesan
kepada dia yang hanya pandai
membaca yang tersurat,
dan bukan yang tersirat.

Aku pernah nyaris menjatuhkan hati
kepada dia yang tidak sigap
untuk menangkap hatiku,
atau mungkin dia memang tak ingin.

Aku pernah berusaha membuka kunci
di hatinya yang ternyata tak berkunci.
Terlalu banyak duplikat.
Aku pun keluar. Terlalu penuh sesak.

Aku pernah.
Dan mungkin akan terjadi lagi.
Ketika berurusan dengan masalah hati,
aku memang pandir.

Karena Hati Lebih Penting Dari Jerohan Lainnya

Minggu lalu saya bertemu dengan seorang teman lama. Senang rasanya! Kami terakhir kali bertemu sebelum dia putus dengan sahabat saya, dan sahabat saya sudah dua kali ganti pacar setelahnya. Hehe.

Selain melepas rindu dengan saling meng-update cerita-cerita selama kami “berjauhan”, tentu saja selipan curhat di sana-sini tak terhindarkan. Dan saya sangat senang berbincang dengan teman saya ini, karena saya mendapat banyak masukan dari dia.

Salah satunya adalah, ketika dia mengatakan bahwa:

“Jaman sekarang lebih susah nyari orang yang hatinya udah settled dibanding sama yang keuangan atau kerjaannya udah settled.”



Benar juga ya. Banyak orang yang memilih pasangan yang sudah mempunyai pekerjaan tetap dengan penghasilan yang lebih dari cukup, tapi itu bukan jaminan bahwa hidupnya lalu menjadi bahagia dan hubungan mereka akan berakhir happily ever after. Kebanyakan orang yang sudah mapan, terutama di usia muda, menjadi sombong dan merasa dirinya bisa mendapatkan siapa saja yang dia mau. Orang yang seperti ini, karirnya memang sudah mantap, tapi mentalnya sama sekali belum. Atau mungkin tidak akan pernah, sampai dia jatuh kelelahan dengan seleranya yang terlalu tinggi.

Sebagai seorang pencinta kuliner, lalu saya jadi berpikir tentang warung nasi di bawah hunian yang saya tinggali sekarang.

Warung itu boleh dibilang baru, tapi sudah ramai pengunjung. Mengapa? Karena masakannya beragam, harganya murah, dan pelayanannya baik. Mereka semua melayani dengan hati. Sementara ada sebuah restoran terkenal di beberapa mall yang tentunya secara keuangan sudah lebih kuat dibanding dengan restoran di bawah tadi, tapi selalu menerima kritik di sosial media meskipun rasa masakannya lumayan dan harganya pun masuk akal. Mengapa? Tidak lain karena pelayannya kebanyakan tidak ramah ketika melayani pelanggan.

Kualitas itu penting. Harga itu penting. Tapi yang terpenting adalah hati.

Dan saya, si empunya hati yang siap mencintai, mau memberikan hati saya kepada hati yang lain yang sudah siap dan mantap untuk mencintai saya - meskipun pemiliknya mungkin bukanlah orang yang sudah mampu membeli pulau dan pesawat pribadi.

Tidak ada sedikit pun maksud baik yang terlontar dari mulut orang yang merasa dirinya lebih baik dari orang lain. - Slowly, you’re being just like those people you used not to like, dear…

Entah Apalah

Aku gelisah
dan malam menangkap
setiap titik
setiap koma
setiap huruf
setiap jeda
dengan baik
melalui lingkaran hitam
di kedua mataku.

Bulat-bulat.
Hitam-hitam.
Mirip sepasang anak Afrika
yang pendek dan busung.
Lapar. Ya. Lapar.
Bukan ingin makan,
tapi ingin segera dikeluarkan
dari kepala menjadi tulisan.

Mata yang berbingkai
seperti John Lennon
tapi berkulit kuning
tapi tak ber-Yoko
tapi tak tidur telanjang
hanya dengan celana dalam.
Aku bukan John.
Aku benci celananya
juga model rambutnya.

Bukan.
Bukan seperti mata seekor panda.
Tidak.
Badanku tidak berbulu.
Salah.
Bukan seperti donat gosong.
Tidak.
Tidak mirip sepasang ban mobil
atau konde di kepala anak Cina.