Sebagai penggemar “Kahitna” sejati, saya dedikasikan surat cinta ini kepada mereka. Dan surat ini dibuat berdasarkan judul-judul dari lagu-lagu mereka sejak 1994 hingga 2011 :))
Dear “Soulmate”,
“Selamat Ulang Tahun, Cinta”. “Aku Tetap Kekasihmu”. “Masihkah Ada Diriku?” dalam benakmu? “Seandainya Aku Bisa Terbang” mungkin aku sudah menyusulmu “Di Rantau”…
Kamu ingat “Janji Kita” “Saat Kunyatakan Cinta” ketika itu? Mungkin memang “Cinta Sudah Lewat”, tapi aku masih berniat untuk “Menikahimu” meskipun nantinya aku tak lagi “Sebebas Merpati”. Aku masih akan terus “Menanti” kamu di sini. Setiap kali aku mengingat bagaimana dulu kamu memanggilku “Permaisuriku”, those memories “Fly Me Over” to Casablanca. Tepat “Setahun Kemarin”. They even gave me “Insomnia”. Bahkan aku “Hampir Jadi” gila. Maafkan aku karena aku ketika itu “Cemburu Buta”. Dan aku menyesal “Mengapa Terlambat” menyadari bahwa aku yakin bahwa kamu akan menjadi “Suami Terbaik” untukku?
“Pacarku”,
“Everybody Needs Somebody”, sama halnya semua orang butuh “Mentari”. Harus aku akui, bahwa kamu adalah “Mantan Terindah” yang pernah aku miliki. Kamu “Takkan Terganti”, “Ti Amo”.
“My Valentine”,
Cobalah tengok ke langit atas. Kamu lihat “Bintang” malam ini? Dia “Lebih Dari Sekedar Cantik”. Tapi kecantikannya tak dapat melebihi cinta kita yang “Tak Mampu Mendua”. Kesetiaan itu indah, melebihi segala harta. Sekarang yang aku perduli hanya kita berdua, bukan lagi “Aku, Dirimu, Dirinya”. Jangan biarkan aku “Cinta Sendiri” “Sampai Nanti” aku mati. Semoga saat ini kamu “Belum Ada Janji” dengan perempuan lain.
“Pinokio”,
“Birunya Asmaraku” melebihi birunya danau terdalam di “Pasadena”. Marilah kita kembali “Merenda Kasih” dan kita teruskan “Cerita Cinta” ini!
Salam sayang,
“E-ya E-yo”, yang “Cantik” itu.
#30HariMenulisSuratCinta